jai2bigdream

Just another WordPress.com weblog

8 Keutamaan Do’a

Oleh : Jaiman

Doa adalah senjata umat Islam. Doa yang bisa membuka kesulitan menjadi kemudahan, doa juga melapangkan hati dari kesulitan dan beban hidup yang sangat berat. Doa adalah inti dan tulang sum sumnya ibadah. Shalat kita doa berarti doa. Setiap hari kita berdoa untuk dalam setiap menjalankan ibadah, hendak berangkat kerja, mau belajar, mau makan dan seterusnya.

Sebagaimana Allah ta’ala berfirman dalam Surat Al “Ankabuut :17 yang artinya:

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.”

Surat Al “Araaf 56 yang artinya:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Dan Surat Al Mukmin :60, artinya

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Dan Hadist nabi,

”Bermohonlah kepada Robbmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman (hadits Qudsi): “Barangsiapa berdo’a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do’anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya.” (Ar-Rabii’)”

Berikut adalah beberapa keistimewaan do’a::

1. doa adalah senjatanya kaum muslim

“Do’a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya’la)”

2. Yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita,

Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do’amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do’a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)”

3. Doa kita untuk orang lain dan sebaliknya, doa orang lain untuk kita dikabulkan Allah ta’ala..

”Do’a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)”

4. Permohonan untuk sesuatu yang berlebihan dan melampaui batas dilarang dan berdoa dengan perkataan seenaknya.

Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)”

Dan

”Apabila kamu berdo’a janganlah berkata, “Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.” Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)”

5. Jangan mendoakan untuk sesuatu keburukan.

”Jangan mendo’akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do’amu. (Ibnu Khuzaimah)”

6. Bedoalah pada saat yang istimewa, misalnya pada sepertiga malam terakhir dan setelah shalat fardhu, juga antara adhan dan iqamah.

”Rasulullah Saw ditanya, “Pada waktu apa do’a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam).” (Mashabih Assunnah)”

Dan

”Do’a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)”

7. Doanya orang berpuasa, penguasa yang adil dan orang yang dizhalimi dikabulkan Allah.

”Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do’a orang yang dizalimi (teraniaya). Do’a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, “Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera.” (HR. Tirmidzi)”

8. Menolong saudara muslim lain pada saat menghadapi kesulitan memudahkan terkabulnya doa.

“Barangsiapa ingin agar do’anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)”

Juli 31, 2008 - Posted by | Islam

2 Komentar »

  1. Pak J, tampilan di bagian atas kok tidak terbaca ya? Mungkin style-nya di erase saja terus dikoreksi di manage posting. Gimana kalo gitu?

    Komentar oleh hzulkarnain | Agustus 15, 2008 | Balas

  2. Iya Pak saya terburu-buru
    trims banget
    Salam
    Jaiman

    Komentar oleh jaiman1 | September 4, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: