jai2bigdream

Just another WordPress.com weblog

10 Keistimewaan Kaum Muslim

Oleh  :  Jaiman

Bahwa risalah kenabian Muhammad saw,, bertujuan untuk memperbaiki akhlak manusia di muka bumi yang mengalami kerusakan setelah masa kenabian yang telah berlalu beberapa abad sebelumnya.

Dengan demikian umat Rasulullah Muhammad saw. menjadi istimewa. Umat Islam harus menjadi rahmatan lil’alami sebagaimana firman Allah ta’ala : dalam Surat Al Ambiya:107, “Wamaa arsalnaka illa rahmatan lil a’alamin”

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu wahai Muhammad saw.,, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Dengan demikian umat Muslim sudah sewajarnya kalau menjadi bagian terbaik dari bumi Allah. Menyebarkan kebajikan dan menjadi teladan bagi umat-umat lainnya. Umat muslim harus istimewa karena beberapa hal berikut ini::

1. Do’anya dikabulkan Allah, sebagaimana hadist Nabi

“Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah ada orang yang apabila memohonkan sesuatu maka Allah akan menerimanya (mengabulkannya). (HR. Bukhari dan Muslim)”

2. Keringanan dalam menjalankan ibadah. Misalnya pada saat berpuasa dalam perjalanan kita diperkenankan berbuka. Juga dalam hal shalat, kita dipernankan meng-goshar sebagaimana hadist Nabi saw,

“Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani)”

3. Menyukai kebaikan dan membenci kemungkaran sebagaimana hadist Nabi saw::

“Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya. (HR. Tirmidzi dan Abu Ya’la)”

4. Sesama Muslim hatinya sangat dekat, saling memenuhi kewajiban dan haknya sebagaimana hadist Nabi saw:

“Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat. (HR. Ibnu Baabawih)”

5. Apabila mendapatkan nikmat besyukur dan apabila mendapat musibah beristiqfar,

“Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)”

Dan

.”Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, “Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu”, tetapi katakanlah, “Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.” Ketahuilah, sesungguhnya ucapan: “andaikata” dan “jikalau” membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan.” (HR. Muslim)”

6. Menyelamatkan saudara muslim lainnya

“Seorang muslim ialah yang menyelamatkan kaum muslimin (lainnya) dari (kejahatan) lidah dan tangannya. Seorang mukmin ialah yang dipercaya oleh kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka, dan seorang muhajir ialah yang berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan (kejahatan). (HR. Ahmad)”

7. Tidak boleh melakukan kesalahan yang sama dua kali.

“Seorang mukmin tidak akan digigit dua kali dari lobang yang satu (sama). (Mutafaq’alaih)”

8. Melaksanakan perintah Allah, tetapi tidak membahayakan umat lainnya yang mementang Allah ta’ala.

“Akan ada suatu umat dari umatku yang masih tetap melaksanakan perintah Allah, maka tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang mengecewakan dan menentangnya dan sampai tiba ketentuan Allah mereka tetap dalam penderitaan tersebut. (HR. Al Hakim)”

9. tidak menakut-nakuti saudara muslim lainnya

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti saudaranya yang muslim. (HR. Abu Dawud)”

10. Bukan pengumpat dan mengutuk

“Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor. (HR. Bukhari”


Juli 31, 2008 - Posted by | Islam

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: