Menanti Kelanjutan Sukses Ayat-ayat Cinta
Bagi anda yang menunggu kelanjutan Ayat-ayat Cinta karya Hanung Brahmantyo.
Jakarta (ANTARA News) – Setelah Ayat-Ayat Cinta (AAC), yang meraih sukses besar, sutradara Hanung Bramantyo kembali akan menggarap film layar lebar bertema religi.
“Ini film religi tetapi ada unsur komedi,” katanya dalam acara syukuran rencana syuting film “Doa Yang Mengancam” di Jakarta, Rabu.
Berbeda dari AAC, film produksi SiemArt Pictures itu berbicara tentang Tuhan di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
“Saya ingin menunjukkan bahwa Tuhan ada di mana saja. Bukan hanya di kalangan atas, seperti dalam AAC, tetapi juga di tempat yang kumuh,” kata sutradara terbaik FFI 2007 berkat film Brownies tersebut.
Doa Yang Mengancam diangkat dari cerita pendek karya Jujur Prananto, yang dimuat di Hr. Kompas tahun 2001.
Menurut Jujur, karyanya itu pada 2002 masuk dalam daftar Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas, dan ia diminta untuk membuatkan naskah filmnya.
“Setelah saya buat, ternyata sulit sekali mencari siapa yang mau memproduksinya menjadi sebuah film. Naskah ini pun mengendap bertahun-tahun sebelum akhirnya SinemArt Pictures tertarik untuk menggarapnya,” katanya.
Doa Yang Mengancam memotret kehidupan Madrim, diperankan oleh Aming, sebagai seorang buruh bongkar muat yang berani mengancam Tuhan lantaran kecewa pada nasibnya.
Kegiatan syuting dijadwalkan selama 20 hari, mengambil lokasi di Jakarta dan Depok, mulai 24 April.
Selain Aming, film ini menghadirkan antara lain Titi Kamal, Zaskia A Mecca, Berliana Fevrianti, Nani Wijaya, Cici Tegal, Jojon dan Deddy Sutomo.(*)
Dikutip dari Kantor Berita Antara
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
- Menanti Kelanjutan Sukses Ayat-ayat Cinta
- Bersyukur
- 10 Keistimewaan Kaum Muslim
- 8 Keutamaan Do’a
- Korban Ryan, Jagal manusia dari Jombang
- Siapa Calon Presiden 2008?
- Anggota DPR Penerima Aliran Dana BI
- Ahli Surga, Siapakah Dia?
- Gagal dan Berhasil, Sama Saja
- Tips Menghemat Air
- TIPS KENALI KELUHAN RASA TIDAK NYAMAN DI DADA
- Harga Minyak Dunia Turun, Ada Apa?
-
Tautan
-
Arsip
- Agustus 2008 (2)
- Juli 2008 (20)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS