jai2bigdream

Just another WordPress.com weblog

Ahli Surga, Siapakah Dia?

Pada saatu forum, Nabi Muhammad saw., berucap kepada para sahabat “Besok kita akan kedatangan ahli surga”.

 

Di dalam Hati AbuHurairah, (yaitu seorang sahabat Nabi saw., yang paling dekat) berkata “semoga aku adalah orang yang dimaksud oleh Beliau”. Pagi sekali Abu Hurairah datang ke masjid untuk menunaikan shalat subuh. Abu Hurairah sbalat tepat di belakang Rasulullah Muhammad saw. Setelah shalat dia tetap di masjid dan tidak meninggalkan tempat walaupun orang lain sudah pergi.

Beberapa saat setelah itu datang seorang berkulit hitan berpakaian camping lalu mengucapkan salam. Setelah itu orang tersebut berkata kepada Nabi. “Wahai Nabiyullah, do’akan aku supaya mati syahid. Lalu Nabi saw., berdo’a kemudian orang tersebut berlalu. Setelah dia pergi, Abu Hurairah bertanya kepada Nabi saw., “Apakah orang tersebut yang tuan maksud wahai Rasulullah?”. Kemudian Nabi saw., menjawab, Ya, dialah orangnya. Dia adalah budak dari bani fulan’.

(disarikan dari sebuah hadist)

 

Ibrah apa yang dapat kita petik dari cerita ini? Dengan segela kerendahan hati saya ingin menyampaikan bahwa baik atau buruk, mulia atau hina, tidak dapat dilakukan secara baik oleh manusia, apalagi kalau hanya dilakukan secara kasat mata. Apa yang terlihat di depan mata tidak dapat dijadikan variable justifikasi baik dan buruknya seorang manusia.

 

Demikian juga dengan keberhasilan dan kegagalan. Ukurannnya relatif dan dipengaruhi oleh relatifitas waktu. Siapa yang dapat menjamin bahwa Superstar bola Ronaldo akan tetap berjaya dan bertabur penghargaan. Siapa yang mengira David Beckham pamornya makin suram seiring dengan berlalunya waktu. Siapa dapat menjamin bahwa Panser Jerman menjadi juara Dunia Bola untuk selamanya? Semua kondisi ini berubah seiring dengan berjalannya waktu.Intinya, Tuhan tidak akan meninggalkan hambaNya yang berusaha keras untuk mendapatkan keberhasilan. Keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba dari langit, melainkan harus diusahakan dengan sungguh sungguh. Waktu menjadi faktor penting, maksudnya keberhasilan didapatkan seiring dengan berjalannnya waktu dan bukan barang instant. Sesuatu yang didapatkan secara instant sama dengan proses karbitan, di mana masil yang dicapai bukan sejatinya hasil nyata, melainkan bungkus luar yang diisi dengan sebagian saja dari standar yang dibutuhkan.

 

Easy come and easy go“. Sesuatu yang didapatkan secara tidak benar dan jalan pintas, maka cepat pula lenyapnya. Keberhasilan sejati didapat dengan kerja keras dan waktu panjang, sehingga kelanggengannya bisa dipertahankan.

 

Surabaya, 22 Juli 2008.

 

About these ads

Juli 23, 2008 - Posted by | Hikmah

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: